" /> Konservasi Tanah dan Air Archives | Page 6 of 9 | TNeutron
Home > Konservasi Tanah dan Air (page 6)

Konservasi Tanah dan Air

Strategi Daerah Aliran Sungai

Sumberdaya alam merupakan modal penting dalam menggerakkan pembangunan di suatu daerah, sehingga pengelolaan sumberdaya alam menjadi masalah strategis untuk diputuskan secara adil, transparan dan berkelanjutan. Sesuai semangat yang terkandung dalam UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, maka strategi pengelolaan DAS yang bersifat lintas regional adalah : 1) Membangun kesepakatan dan kesepahaman antar daerah dalam pengelolan DAS lintas regional. ...

Read More »

Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Menurut Wahono (2002 : 3), lahan kritis adalah lahan yang sudah tidak berfungsi lagi sebagai pengatur media pengatur tata air, unsur produksi pertanian, maupun unsur perlindungan alam dan lingkungannya. Lahan kritis merupakan suatu lahan yang kondisi tanahnya telah mengalami atau dalam proses kerusakan fisik, kimia atau biologi yang akhirnya membahayakan fungsi hidrologi, orologi, produksi pertanian, pemukiman dan kehidupan sosial ekonomi ...

Read More »

Alat Ukur Erosi dan Sedimentasi

Peralatan yang dipergunakan dalam pengukuran angkutan sedimen (sediment transport) adalah berdasarkan Standar United States. Geological Survey (USGS), peralatan tersebut telah dikembangkan oleh Federal Inter Agency Sedimentation Project (FIASP). Alat ukur/ pengambil contoh sedimen yang telah distandarisasi oleh FIASP, mempunyai kode tertentu yang dapat diartikan sebagai berikut:  US : Alat ukur/ pengambilan contoh sediment dengan standar United States.  D ...

Read More »

Konsep Sistem Infromasi Geografis

GIS/ SIG menjadi satu teknologi baru yang pada saat ini menjadi alat bantu yang sangat esensial dalam menyimpan, memanipulasi, menganalisis dan review kondisi-kondisi alam dengan bantuan data atribut dan spasial. SIG tersebut didukung oleh berbagai disiplin ilmu yang terkait. Sebagai ilustrasi mengenai hubungan SIG dengan bidang-bidang pendukungnya adalah sebagai berikut : Gambar 6. Hubungan SIG dengan bidang-bidang pendukung Konsep Sistem ...

Read More »

Keuntungan Sistem Pertanaman Lorong

Perlu diingat bahwa apabila jarak antar baris tanaman pagar terlalu dekat, maka kompetisi tanaman pagar terhadap tanaman utama akan lebih kentara dan jika terlalu jarang, keampuhan tanaman pagar menahan erosi akan berkurang. Pemangkasan dan penggunaan hijauan:  – Tanaman dibiarkan tumbuh sampai tingginya sekitar 1,5 m (berumur sekitar enam bulan) sebelum dipangkas untuk pertama kalinya. Pemangkasan berikutnya bisa dilakukan sekali ...

Read More »

Pertanaman Lorong (Alley Cropping)

Pertanaman lorong (alley cropping) sangat baik diterapkan pada lahan kering. Jenis tanaman leguminosa yang umum digunakan adalah Flemingia congesta, Glericidea sepium, Teprosia candida , dan Caliandra. Sistem pertanaman lorong (alley croping) adalah suatu sistem di mana tanaman pangan ditanam pada lorong (alley) di antara barisan tanaman pagar. Pangkasan dari tanaman pagar digunakan sebagai mulsa yang diharapkan dapat menyumbangkan hara terutama ...

Read More »