Home > Konservasi Tanah dan Air > Teknik Konservasi > Saluran Drainage dan Irigasi

Saluran Drainage dan Irigasi

Saluran drainage dan irigasi ini ditujukan untuk mengalirkan kelebihan air sehingga tidak merusak tanah, tanaman, dan atau bangunan konservasi lainnya. Bentuk-bentuk saluran drainase dan irigasi:
a. Saluran pengelak
Fungsi :
• Mencegah masuknya aliran permukaan dari daerah di atasnya ke daerah bawah yang rawan longsor.
• Mengalirkan kelebihan air ke saluran pembuangan air (SPA).
• Memotong/memperpendek panjang lereng sehingga mengurangi erosi.

Pembuatan dan pemeliharaan :
 – Dimensi/ukuran saluran tergantung pada jumlah air aliran permukaan yang akan ditampung. Untuk areal yang landai dan tidak terlalu luas (0,1-0,15 ha) saluran drainase berukuran 20 cm (dalam) x 30 m (lebar). Untuk daerah yang lebih luas dan curam memerlukan saluran yang berukuran lebih besar (30 cm x 40 cm).
 – Tanah hasil galian (urugan) digunakan untuk pembuatan guludan atau tanggul pada bagian bawah saluran.
 – Panjang saluran maksimum 50-100 m atau disesuaikan dengan kondisi di lapang. Apabila lebih panjang, dipotong dengan rorak yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran saluran tersebut.
 – Dibuat memotong lereng dengan sedikit (0,1-0,5%) membentuk sudut dengan garis kontur agar air dapat mengalir ke bagian bawah.
 – Pada dasar saluran ditanami rumput yang tumbuh rapat dan merayap agar tidak terjadi penggerusan saluran.
 – Pemeliharaan : mengeluarkan dan mengangkut sedimen serta mengembalikannya ke areal pertanaman memangkas rumput dan atau semak yang tumbuh pada saluran serta pemeliharaan guludan.

b. Saluran teras
Fungsi :
 – Menampung air yang mengalir dari tampingan teras
 – Memberikan kesempatan bagi air untuk masuk ke dalam tanah.

Pembuatan dan pemeliharaan :
• Dibuat dekat perpotongan antara bidang olah dan tampingan teras.
• Berukuran minimal lebar 20 cm dan dalam 20 cm. Panjang saluran 50-100 m (membentang dari satu SPA ke SPA lainnya).
• Dibuat memotong lereng dengan sedikit membentuk sudut untuk mengalirkan air dengan kemiringan saluran 0,1-0,5% terhadap garis kontur.
• Ujung saluran ditanami dengan beberapa baris rumput yang berfungsi untuk mengurangi penghanyutan tanah ke SPA.
• Dilengkapi dengan rorak penjebak sedimen.
• Sedimen dikeluarkan dan dikembalikan ke bidang olah apabila saluran mengalami pendangkalan.
• Dasar saluran ditanami rumput dan dipangkas secara berkala.

c. Saluran pembuangan air (SPA)
Fungsi :
• Menampung dan mengalirkan air dari saluran pengelak dan atau saluran teras ke sungai atau tempat penampungan/pembuangan air lainnya tanpa menyebabkan erosi.

Pembuatan dan pemeliharaan :
• Berukuran lebar 30-50 cm dan dalam 50 sampai 70 cm atau disesuaikan dengan kondisi lapangan.
• Untuk mengendalikan erosi pada dasar dan dinding SPA, dilakukan penanaman rumput atau susunan batuan.
• Rumput ditanam di dasar dan dinding SPA atau sekurang-kurangnya pada jarak 2-5 m menyerupai strip di dalam SPA.
• Jenis rumput yang cocok adalah rumput yang mudah beradaptasi dan tidak disukai ternak, misalnya rumput vetiver, atau Phaspalum notatum (rumput bahia).
• Pada lahan yang terjal (>30%) jika batu tersedia,dianjurkan menggunakan susunan batu pada dasar saluran, terutama pada bagian dasar terjunan.
image
Gambar 42. Bangunan Saluran Pembuang Air (SPA) dari batu

TN

"Tasikmalaya, Indonesia"


"My Facebook"


"My Instagram"


"My Twitter"