Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> TN Pangan – Page 3
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Hypochlorite Compound

Sanitaiser Hypochlorite is the most active chlorine compounds, and also the most widely used. Calcium hypochlorite and sodium hypochlorite are compounds hypochlorite primary. This Sanitaiser effective in the inactivation of microbial cells in a suspension of water and requires a contact time of approximately 1.5-100 seconds. Reduction of the cell population as much as 90 percent for most microorganisms can ...

Read More »

Sumber Kontaminasi Industri Pangan

Oleh karena itu, penyembuhan penyakit infeksi ini membutuhkan pengobatan yang ditujukan untuk menghilangkan mikroba dari dalam tubuh. Mikroba yang menimbulkan infeksi melalui makanan antara lain Brucella sp, E. Coli, Salmonella sp, Shigella sp, Streptococcus grup A, Vibrio cholerae, dan virus hepatitis A. Sumber kontaminan pada bahan pangan dibagi dalam 2 kelompok besar yaitu kontaminan primer dan kontaminan sekunder. Kontaminan primer ...

Read More »

Sifat-Sifat Sanitaiser

Sanitaiser yang ideal harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1) Sifat-sifat destruksi mikroba Sanitaiser yang efektif harus :  Mempunyai aktifitas yang seragam, spektrum luas terhadap sel-sel vegetatif dari bakteri, kapang dan kamir.  Menghasilkan kematian yang cepat 2) Ketahanan terhadap lingkungan Suatu sanitaiser yang ideal harus efektif dengan adanya :  Bahan organik (beban cemaran)  Residu deterjen dan ...

Read More »

Metode Pengujian Mutu Tapioka

a) Cara pengambilan contoh dan persiapan contoh Cara pengambilan contoh sesuai dengan SNI 0428, petunjuk pengambilan contoh padatan. Sedangkan persiapan contoh untuk pengujian mutu tapioka menurut SNI 01-3451-2011 terdiri atas persiapan contoh untuk uji mikrobiologi, uji organoleptik, dan analisis kimia. Pengambilan contoh untuk uji mikrobiologi dilakukan pertama, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan contoh untuk uji organoleptik dan uji kimia. Persiapan contoh ...

Read More »

Senyawa Ammonium Kuartener

Senyawa-senyawa ammonium kuartener tidak boleh digabung dengan ammonium kuartener pembersih untuk pembersihan dan sekaligus desinfeksi, karena quat dapat diinaktifkan dengan senyawa-senyawa deterjen seperti bahan pembasah anionik dan lain-lain. Akan tetapi, peningkatan alkalinitas melalui formulasi dengan deterjen yang cocok dapat memperkuat aktivitas bakterisidal dari quat. Walaupun quat tidak ideal untuk permukaan-permukaan yang kontak dengan makanan, tetapi quat mempunyai kemampuan dalam mereduksi ...

Read More »

Pollution In Tapioca Quality

l) Contamination metals: mercury (Hg) (1) n as high as 20 mm; (2) Tube destruction; (3) The destruction of 250 mL flask round basis; (4) flask 1000 mL, 500 mL and 100 mL calibrated; (5) glass measuring 25 mL; (6) Pipette 0.05 mL measuring scale or micro burette calibrated; and (7) The glass cup of 500 mL. Reagent: (1) A ...

Read More »